Telinga Jangan Di Korek Dengan Tangan Dan Cotton Bud

Kebiasaan telinga jangan di korek dengan tangan dan cotton bud itu sering dianggap remeh lho. Banyak dari kamu mungkin habis mandi langsung ambil cotton bud, puter puter di dalam telinga sampai rasanya puas. Atau iseng korek pakai ujung jari, ujung kunci, bahkan ujung pulpen. Rasanya memang lega sesaat, tapi efek jangka panjangnya bisa bikin kamu menyesal sih.

Telinga itu organ yang pinter banget ngurus dirinya sendiri. Dia punya sistem pembersihan alami yang sudah dirancang supaya kamu tidak perlu intervensi berlebihan. Justru semakin sering kamu korek, semakin bermasalah jadinya.

Kenapa Tangan Jadi Alat Paling Berbahaya Buat Telinga

Tangan kamu terlihat bersih, tapi di ujung jari ada banyak bakteri yang tidak kelihatan. Kuku yang agak panjang sedikit saja bisa bikin lecet di dinding saluran telinga yang sangat tipis. Luka kecil itu tidak terasa langsung, tapi jadi pintu masuk infeksi.

Kamu mungkin pernah ngerasain setelah korek pakai tangan telinga jadi agak perih, agak gatal, lalu besoknya jadi berdengung. Itu tanda dinding telinga kamu iritasi. Kalau kebiasaan ini diulang terus, iritasi kecil jadi radang yang butuh obat.

Jari juga ukurannya tidak presisi. Saat kamu masukkan jari ke telinga, kamu tidak bisa ngontrol seberapa dalam. Dorongan yang tidak sengaja bisa mendorong kotoran makin ke dalam, bukan keluar. Akhirnya yang tadinya kotoran di luar jadi sumbatan di dalam.

Kenapa Cotton Bud Justru Bikin Kotoran Makin Numpuk

Cotton bud itu terlihat lembut dan aman, tapi bentuknya yang kecil dengan kapas di ujung justru jadi pendorong yang efektif. Banyak dokter THT bilang cotton bud itu seperti kamu membersihkan botol dengan sumpit yang ujungnya dikasih kapas, yang keluar cuma sedikit, sisanya makin padat di bawah.

Kotoran telinga yang namanya serumen itu sebenarnya tidak jorok. Dia punya fungsi melindungi. Serumen menangkap debu, mengusir serangga kecil, dan menjaga kelembapan saluran telinga. Tubuh kamu sudah punya mekanisme untuk mengeluarkan serumen secara perlahan lewat gerakan mengunyah dan berbicara. Serumen akan bergerak keluar sendiri sedikit demi sedikit.

Ketika kamu puter puter cotton bud di dalam, kamu merusak jalur keluar alami itu. Serumen yang harusnya bergerak keluar malah kamu padatkan di dekat gendang telinga. Lama lama jadi keras dan menyumbat. Gejalanya telinga jadi terasa penuh, pendengaran agak berkurang, kadang berdenging. Banyak orang baru sadar setelah sudah sumbatan total dan harus ke dokter untuk disedot.

Efek Lain Yang Jarang Diceritain

Telinga yang sering dikorek pakai tangan dan cotton bud biasanya jadi lebih gatal. Kenapa. Karena kamu mengangkat minyak alami yang menjaga kelembapan. Saluran telinga jadi kering dan otak kamu menerjemahkan kering itu sebagai gatal. Kamu korek lagi, makin kering lagi, makin gatal lagi. Siklusnya tidak selesai selesai.

Ada juga risiko gendang telinga tergores. Gendang telinga itu tipis banget lho, setipis kulit bawang. Satu gerakan kaget saat ada yang manggil kamu dari belakang pas lagi korek, cotton bud bisa menusuk terlalu dalam. Kasus gendang robek karena cotton bud itu tidak sedikit. Padahal pemulihannya tidak cepat dan rasanya tidak nyaman banget.

Buat kamu yang pakai earphone setiap hari, kebiasaan korek korek ini makin memperparah. Earphone sudah mendorong serumen ke dalam, ditambah cotton bud makin dipadatkan. Akhirnya kamu merasa earphone kamu yang rusak karena suara kecil, padahal telinga kamu yang tersumbat.

Terus Gimana Cara Bersihin Telinga Yang Benar

Cara paling aman sebenarnya sederhana. Kamu tidak perlu bersihin bagian dalam sama sekali. Cukup bersihkan bagian luar telinga atau daun telinga dengan handuk lembut setelah mandi. Itu saja sudah cukup buat kebanyakan orang.

Kalau kamu merasa kotoran agak banyak, kamu bisa miringkan kepala sedikit setelah mandi hangat dan biarkan air yang masuk keluar sendiri. Gerakan mengunyah permen karet juga membantu serumen bergerak keluar secara alami. Tubuh kamu sudah pintar, kasih dia waktu.

Kalau telinga terasa penuh, pendengaran menurun, atau berdenging terus lebih dari dua hari, jangan coba korek lebih dalam. Datang ke dokter THT. Dokter punya alat khusus dengan lampu dan penyedot yang aman. Prosesnya cepat dan tidak seseram yang kamu bayangkan. Jauh lebih aman daripada kamu utak atik sendiri di rumah pakai cotton bud.

Buat kamu yang sangat tidak tahan dengan rasa tidak bersih, ada tetes pelembut serumen yang dijual bebas. Tapi pakainya jangan asal. Teteskan sesuai aturan, biasanya beberapa tetes saja, lalu biarkan. Jangan dilanjutkan dengan korek korek cotton bud. Biarkan serumen melunak dan keluar sendiri.

Kebiasaan Kecil Yang Bisa Kamu Ubah Mulai Hari Ini

Pertama simpan cotton bud jauh dari jangkauan setelah mandi. Kalau tidak ada di depan mata, keinginan untuk korek jadi berkurang. Ganti dengan kebiasaan mengeringkan daun telinga pakai ujung handuk saja.

Kedua perhatikan tangan kamu. Kalau lagi iseng dan tangan otomatis mau masuk ke telinga, alihkan dengan aktivitas lain. Main fidget atau remas bola stres kecil. Seringnya kebiasaan korek itu bukan karena gatal beneran, tapi karena iseng dan jadi kebiasaan.

Ketiga kasih jeda pemakaian earphone. Jangan pakai earphone berjam jam tanpa lepas. Setiap satu jam, lepas sekitar sepuluh menit. Ini kasih waktu saluran telinga untuk bernapas dan mengeluarkan serumen secara alami.

Keempat ajak keluarga di rumah untuk sepakat tidak pakai cotton bud ke dalam telinga. Anak kecil biasanya meniru orang tua. Kalau orang tua masih korek korek di depan anak, anak akan menganggap itu normal. Padahal telinga anak jauh lebih sensitif.

Bikin Kamu Lebih Sayang Sama Telinga

Telinga kamu itu tidak butuh dimanjakan dengan korek setiap hari. Dia butuh dibiarkan bekerja dengan sistemnya sendiri. Telinga jangan di korek dengan tangan dan cotton bud bukan larangan untuk bikin kamu takut, tapi pengingat bahwa kadang tidak melakukan apa apa justru adalah perawatan terbaik.

Mulai sekarang coba percayakan pada mekanisme alami tubuh kamu. Bersihkan yang di luar saja, jaga tangan tetap jauh dari dalam, dan simpan cotton bud untuk kebutuhan lain seperti merapikan makeup, bukan untuk telinga. Kalau ada keluhan, serahkan pada ahlinya.

Kamu akan kaget lho, setelah berhenti korek korek selama dua minggu saja, rasa gatal berkurang, telinga terasa lebih lega, dan kamu tidak lagi ketergantungan sama cotton bud setiap habis mandi. Pelan pelan telinga kamu akan berterima kasih dengan pendengaran yang lebih jernih dan nyaman seharian.