Makanan kemasan dan UPF alias Ultra Processed food menjadi pilihan paling “mudah” untuk cemilan anak. Banyak orang tua yang berdalih anak-anak lebih mudah makan jika menggunakan dua jenis makanan tersebut. Namun, tahukah anda jika ada bahaya serius yang mengintai? Bahaya makanan kemasan dan UPF ini langsung bisa menyerang berbagai organ anak-anak. Khususnya ginjal! Jangan heran jika ada banyak kasus gagal ginjal pada usia yang masih sangat muda. Agar tidak menyesal nantinya, mari simak apa saja bahaya makanan kemasan tersebut.
Bahaya Makanan Kemasan dan Ultra-Processed Food (UPF) bagi Kesehatan Ginjal Anak
Makanan ringan kemasan seperti keripik, biskuit manis, minuman ringan, dan sosis termasuk contoh ultra-processed foods (UPF) yang banyak anak gemari. Makanan kemasan dan UPF adalah jenis makanan yang telah mengalami pemrosesan industri sangat tinggi. Makanan-makanan ini sangat mudah kita temukan dan sering menjadi favorit anak karena rasa yang gurih atau manis serta penyajiannya yang praktis.
Namun, onsumsi makanan kemasan dan ultra-proses berlebihan dapat membahayakan kesehatan anak dalam jangka panjang, terutama kesehatan ginjal mereka. Mengapa makanan ini berisiko bagi kesehatan? Berikut beberapa kandungan UPF yang dapat merusak kesehatan anak, yakni:
- Tinggi Gula (Kalori Berlebih): Banyak makanan atau minuman kemasan mengandung gula tambahan yang sangat tinggi. Contohnya minuman ringan, jus dalam kemasan, sereal manis, dan kue maupun snack manis. Asupan gula berlebihan membuat anak rentan mengalami kegemukan (obesitas). Obesitas pada anak dapat memicu diabetes tipe 2 pada usia muda, serta berbagai gangguan metabolik. Kelebihan berat badan dan diabetes akan membebani ginjal. Karena ginjal harus bekerja ekstra menyaring darah yang mengandung kadar gula tinggi dan produk sisa metabolisme lemak.
- Tinggi Garam (Sodium): Selain gula, makanan kemasan umumnya sarat dengan garam atau natrium. Misalnya keripik asin, mi instan, sosis, nugget, dan makanan cepat saji. Garam berlebihan menyebabkan tekanan darah meningkat (hipertensi). Pada anak, asupan natrium tinggi bisa memicu tekanan darah lebih tinggi dari normal. Hipertensi akan membebani pembuluh darah kecil yang ada pada ginjal. Sehingga lama-kelamaan fungsi penyaringan ginjal menurun.
- Bahan Aditif dan Rendah Nutrisi: Makanan ultra-proses mengandung berbagai zat aditif (seperti pengawet, pewarna, pemanis buatan) dan umumnya rendah serat serta vitamin-mineral. Beberapa zat aditif tertentu dapat berdampak buruk pada ginjal. Misalnya, fosfat sering ditambahkan sebagai pengawet atau peningkat rasa pada daging olahan dan minuman bersoda. Asupan fosfor berlebih dapat mengganggu keseimbangan mineral dan memperberat kerja ginjal dalam mengeluarkannya.
Bagaimana Dampaknya Pada Kesehatan Ginjal Anak
Meskipun penyakit ginjal kronis lebih sering terdeteksi pada usia dewasa. Namun, dasarnya dapat terjadi sejak masa kanak-kanak akibat pola makan yang tidak sehat. Ginjal anak yang terus-menerus terpaksa bekerja keras karena kelebihan garam, gula, dan bahan kimia tambahan lama-lama bisa mengalami penurunan fungsi. Berikut beberapa dampak yang mengkhawatirkan seperti:
- Risiko Penyakit Ginjal Kronis (CKD) Pada Masa Dewasa: Pola makan tinggi UPF berhubungan dengan meningkatnya risiko chronic kidney disease (CKD) atau penyakit ginjal kronis. CKD adalah kerusakan fungsi ginjal jangka panjang yang ditandai dengan menurunnya kemampuan ginjal menyaring limbah dan cairan.
- Kerusakan Ginjal Secara Perlahan: Berbeda dengan sakit ginjal akut, kerusakan ginjal akibat pola makan buruk terjadi secara bertahap dan “silent” (tanpa gejala berarti pada awalnya). Anak yang gemar makan makanan instan tinggi garam bisa mulai menunjukkan tekanan darah abnormal saat remaja. Tekanan darah tinggi memperkecil kapiler ginjal dan mengganggu filtrasi darah. Begitu pula, remaja obesitas dengan prediabetes atau diabetes akibat pola makan tinggi gula berisiko mengalami microalbuminuria (kebocoran protein ke urin) sebagai tanda awal gangguan ginjal.
- Memburuknya Kondisi Ginjal: Bagi anak yang memang sudah memiliki masalah ginjal bawaan atau kelainan saluran kemih, konsumsi makanan olahan memperberat kondisi. Misalnya pada anak dengan sindrom nefrotik atau gangguan ginjal lain, tingginya natrium, fosfor, dan kalium dari makanan kemasan dapat mempercepat kerusakan ginjal.
Penelitian di berbagai negara semakin menguatkan bukti bahaya UPF terhadap kesehatan jangka panjang. Konsumsi UPF pada anak meningkat drastis pada era modern. Dengan membentuk pola makan sehat sejak dini, kita menjaga kesehatan ginjal anak hingga mereka dewasa. Jadi, mari sayangi ginjal buah hati kita dengan memberikan asupan terbaik dan terhindar dari jeratan makanan olahan.
