Belakangan ada banyak sekali jenis penyakit yang tergolong “baru” muncul menjadi perbincangan masyarakat. Salah satunya adalah terkait apa itu tumor buli. Namanya cukup unik bukan? Sepintas mirip dengan kata bully yang artinya merundung alias perundungan. Tapi ini tumor loh! Agar tidak salah kaprah dan bisa mencegahnya mari kita bahas terkait tumor ini.
Sebenarnya Apa itu Tumor Buli?
Namanya memang unik. Tapi apa itu tumor buli bukanlah hal yang lucu. Buli-buli sendiri merupakan istilah medis untuk:
- “Buli‑buli” adalah sebutan untuk kandung kemih, organ berongga yang berfungsi menampung urin sebelum dikeluarkan dari tubuh.
- “Tumor” pada buli‑buli berarti ada pertumbuhan jaringan abnormal di kandung kemih bisa berupa tumor jinak atau ganas (kanker).
- Ketika tumor ganas, istilah medisnya adalah Kanker kandung kemih.
- Sebagian besar kasus kanker buli‑buli berasal dari perubahan di lapisan bagian dalam kandung kemih (lapisan urothelium). Jenis paling umum adalah Karsinoma urotelial (urothelial carcinoma) atau karsinoma sel transisional.
- Ada juga jenis lain yang lebih jarang: misalnya Karsinoma sel skuamosa atau Adenokarsinoma kandung kemih. Jenis ini terkait dengan iritasi kronis atau perubahan sel setelah infeksi/iritasi lama.
Mengapa Tumor Ini Berbahaya?
Sebenarnya apakah masalah ini tergolong serius dan bebahaya? Jika memang berbahaya apa bahayanya? Berikut bahayanya:
- Tumor bisa tetap berada di lapisan permukaan (non‑invasif), tetapi tanpa pengobatan bisa berkembang menembus lapisan otot dan menyebar ke jaringan sekitar (invasif).
- Jika sudah menyebar, pengobatan akan jauh lebih sulit, dan risiko komplikasi meningkat.
- Gejala tumor sering kali samar, terutama di awal: banyak kasus hanya menunjukkan darah dalam urine (hematuria), kadang tanpa rasa sakit/tidak terasa gejala lain.
- Karena itu, tumor bisa berkembang tanpa disadari dan baru terdeteksi saat sudah cukup besar atau menyebar.
Faktor Risiko & Gaya Hidup Seperti Apa Yang Memungkinkan Bahaya Ini Muncul?
Penelitian dan panduan kesehatan menunjukkan ada beberapa faktor risiko dan gaya hidup yang bisa meningkatkan peluang seseorang mengembangkan tumor pada kandung kemih. Pada beberapa kasus mungkin tampak “sepele” atau biasa. Gaya hidup yang beresiko seperti:
- Kebiasaan merokok : Merokok adalah faktor risiko utama untuk kanker kandung kemih. Kadar zat kimia dari asap rokok bisa merangsang mutasi sel di urothelium.
- Paparan bahan kimia / lingkungan industri : Orang yang bekerja di industri dengan bahan kimia tertentu (misalnya pewarna tekstil, bahan kimia industri, cat, pelarut). Secara kronis terpapar zat karsinogen memiliki risiko lebih tinggi.
- Iritasi atau infeksi kandung kemih berulang / kronis : Iritasi atau radang kronis pada kandung kemih. Misalnya dari infeksi saluran kemih berulang, penggunaan kateter jangka panjang, atau kondisi iritan lain bisa merusak sel pelapis, memicu perubahan sel (displasia) lalu kanker.
- Faktor demografis seperti gender dan usia : Statistik menunjukkan laki‑laki lebih sering terkena tumor buli‑buli dibanding perempuan. Rasio kasus menurut studi bisa sekitar 4:1 pria : wanita. Risiko meningkat seiring bertambahnya usia banyak kasus terjadi pada kelompok usia lanjut.
Itu tadi beberapa faktor resiko terjadinya tumor pada kandung kemih ini. Banyak yang terlambat menyadarinya karena sebagian kasus yang terjadi gejalanya minimal atau bahkan tanpa gejala sama sekali. Inilah mengapa penting adanya pemeriksaan kesehatan rutin. Atau, jika merasa ada yang janggal pada bagian kantong kemih, seperti kesulitan buang air kecil, perih atau bahkan berdarah ada baiknya segera memeriksakan diri ya!
