Mengapa Ada Larangan Mencium Bayi Sembarangan, Kenapa?

Siapa yang tidak pernah menjenguk bayi? Rata-rata para pembaca pasti pernah menjenguk seorang bayi bukan? Tapi sayangnya manusia mungil dan menggemaskan tersebut sebenarnya tidak boleh sembarangan tersentuh atau anda cium loh. Pasti pernah dengar tentang larangan mencium bayi sembarangan kan? Tidak hanya bagian dari adab saja. Ternyata ada beberapa hal penting lainnya terkait larangan ini!

Mengapa Muncul Larangan Mencium Bayi Sembarangan?

Walaupun tidak semua yang datang menjenguk atau para orang tua sadar akan larangan mencium bayi sembarangan ini. Tapi memang ada bahaya yang mengancam terkait sistem imun para bayi yang masih lemah. Berikut punjabarannya:

  • Baru lahir atau bayi kecil memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum matang sepenuhnya. Artinya, mekanisme pertahanan terhadap virus, bakteri, atau mikro‑organisme lain masih lemah dibanding orang dewasa. 
  • Selain itu, banyak vaksin penting belum lengkap atau belum diberikan pada bayi baru lahir. Terutama pada beberapa minggu atau bulan pertama kehidupan. Sehingga bayi belum terlindungi terhadap banyak penyakit menular. 
  • Karena itulah bayi sangat rentan terhadap infek­si. Bahkan infeksi yang bagi orang dewasa ringan bisa menjadi serius atau berbahaya pada bayi. 

Jadi, meskipun mencium bayi terasa wajar dan penuh kasih. Secara biologis itu bisa membahayakan bayi, terutama jika dilakukan terlalu dekat (mulut, hidung, pipi), atau oleh orang dengan infeksi.

Penyakit dan Infeksi Apa Saja Yang Bisa Menular Pada Bayi?

Berikut beberapa masalah kesehatan yang secara ilmiah bisa menular ke bayi melalui kontak dekat seperti ciuman atau droplet dari mulut dan hidung, yakni:

  • Herpes Simplex Virus (HSV) : HSV‑1 adalah virus yang sering menyebabkan “cold sore” di bibir/leher orang dewasa. Bagi kebanyakan orang dewasa, cold sore mungkin hanya gangguan ringan. Tapi bagi bayi, infeksi HSV bisa jauh lebih serius. Penularan ke bayi bisa terjadi melalui ciuman, atau kontak mulut/hidung saat seseorang membawa virus (meskipun tanpa gejala terlihat). Jika bayi tertular, bisa terjadi bentuk penyakit yang serius. Tidak hanya luka mulut, tetapi infeksi bisa menyebar ke mata, kulit, dan bahkan ke otak atau organ dalam yang bisa berakibat berat, bahkan fatal.
  • Virus Saluran Pernapasan : Bayi dapat tertular virus pernapasan melalui percikan air liur atau droplet ketika orang dewasa bernapas, batuk, bersin, atau bahkan berbicara lantang dekat bayi. Ciuman dari dekat mulut/hidung sangat memperbesar risiko ini. Infeksi pernapasan yang bagi orang dewasa mungkin hanya “flu” biasa, bisa menyebabkan komplikasi serius pada bayi. Seperti kesulitan bernapas, infeksi paru (pneumonia), kadang sampai harus masuk rumah sakit.
  • Infeksi akibat bakteri atau mikroorganisme lain (jamur, streptokokus, dan sejenisnya) : Mulut dan saluran pernapasan manusia normalnya mengandung banyak bakteri. Sebagian besar tidak berbahaya untuk orang dewasa. Tapi bagi bayi, dengan daya tahan tubuh rendah, maka bakteri “normal” bisa menyebabkan infeksi serius.

Mencium bayi memang bisa terasa alami dan menyenangkan sebagai tanda kasih sayang. Namun, secara medis dan berdasarkan penelitian, tindakan itu membawa resiko bagi bayi. Terutama bagi bayi kecil dengan sistem imun yang masih dalam masa perkembangan. Jadi mulai saat ini jangan sembarangan mencium bayi orang lain saat datang menjenguk, ya! Bahkan pada bayi kita sendiri juga harus berhati-hati. Terutama jika dalam waktu dekat anda dan anggota keluarga lainnya mengalami gejala gangguan kesehatan. Karena jika bayi tertular maka masalahnya akan menjadi jauh lebih berbahaya.