Benarkah Pasta Gigi Mengandung Fluoride Beracun?

Benarkah Pasta Gigi Mengandung Fluoride Beracun?

Jika berbicara tentang pasta gigi alias odol, pasti kita tidak bisa lepas dengan salah satu kandungannya yakni fluoride, kan? Dari dahulu, kandungan ini selalu menjadi hal yang harus ada dalam sebuah pasta gigi. Kabarnya bisa memelihara dan memutihkan gigi. Namun, bagaimana jika belakangan ada kabar tentang pasta gigi mengandung fluoride beracun? Benarkah? Jadi bagaimana menyiasatinya?

Mengenal Flouride dan Manfaatnya

Sebelum kita membahas apakah benar pasta gigi mengandung fluoride beracun atau tidak. Ada baiknya kita mengenal lebih dekat dengan senyawa ini:

  • Fluorida adalah mineral yang banyak produsen gunakan untuk pasta gigi karena terbukti efektif dalam mencegah gigi berlubang (karies). Fluorida membantu memperkuat enamel gigi, membuatnya lebih tahan terhadap asam dari bakteri, serta membantu remineralisasi saat enamel mulai terkikis. 
  • Banyak organisasi kesehatan dunia mendukung penggunaan pasta gigi berfluorida karena menurunkan risiko karies secara signifikan dan membantu menjaga kesehatan gigi dalam jangka panjang. 

Jadi, pada dasarnya fluoride di pasta gigi memiliki manfaat nyata bagi kesehatan mulut jika dipakai dengan tepat.

Benarkah Pasta Gigi Mengandung Fluoride Beracun?

Meskipun bermanfaat, sejumlah penelitian dan pakar menunjukkan bahwa terlalu banyak paparan senyawa ini terutama jika tertelan, dapat membawa dampak negatif. Bahkan termasuk potensi sebagai neurotoksin loh! Berikut penjelasannya:

  • Sebuah ulasan dari penelitian eksperimental pada hewan menunjukkan bahwa “elevated fluoride exposure” (paparan fluoride berlebihan) bisa bersifat racun bagi sel saraf. Menyebabkan perubahan struktur otak, kematian sel saraf, dan penurunan fungsi kognitif. 
  • Penelitian pada manusia dan hewan menempatkan fluoride dalam daftar zat yang diduga memiliki efek neurotoksik, nefrotoksik, atau bisa mengganggu hormon/tiroid jika paparan berlebihan terjadi terus‑menerus.
  • Ada juga yang menunjukkan bahwa paparan fluoride, terutama sejak usia dini, memiliki korelasi dengan skor IQ lebih rendah pada anak-anak.
  • Paparan fluoride kronis (misalnya melalui air, makanan, dan produk oral) bisa mempengaruhi sistem saraf pusat, menyebabkan gangguan kognitif dan perilaku pada hewan percobaan.

Jadi Pasta Gigi Seperti Apa Yang Aman Untuk Digunakan?

Bukan sebuah hoax menyatakan jika bahan dalam pasta gigi ini berbahaya. Paparan riset dan penelitian yang mimin lampirkan memang mendapatkan indikasi neurotoxin bagi tubuh. Apalagi bagi anak-anak. Parahnya lagi, tidak sedikit pasta gigi yang menambahkan “rasa” pada pasta gigi mereka, bukan?

Tentu saja hal ini membuat anak-anak tertarik untuk menggunakan, bahkan cenderung menelan pasta gigi tersebut. Padahal jika tertelan dalam konsentrasi besar dan jangka waktu lama maka akan membuat sejumlah masalah kesehatan. Lantas, apakah ada cara aman yang menjadi rekomendasi terutama untuk para anak-anak? Sebaiknya coba beberapa tips berikut:

  1. Gunakan pasta gigi berfluorida sesuai dosis. Cukup seukuran butiran beras (anak di bawah 3 tahun) atau seukuran jagung kecil (anak 3–6 tahun). 
  2. Pastikan setelah menggosok, Anda ludah dan berkumur hindari menelan pasta gigi.
  3. Jangan mengkombinasikan sumber fluoride secara berlebihan misalnya pasta gigi dan suplemen fluoride atau air minum sangat tinggi fluoride.
  4. Untuk anak kecil, pantau penggunaan dan cegah agar tidak tertelan. Jika anak sulit kumur, bisa pilih pasta gigi rendah/fluoride atau produk alternatif sesuai saran dokter gigi/pediatri.
  5. Seimbangkan kebiasaan kebersihan mulut dengan gaya hidup sehat. Seperti kebiasaan menyikat gigi dengan diet seimbang, pemeriksaan rutin ke dokter gigi, dan konsumsi air minum yang aman.
  6. Gunakan alternatif lain seperti penggunaan siwak.

Pasta gigi berfluorida bila digunakan dengan benar tetap menjadi alat penting untuk menjaga kesehatan gigi dari karies. Namun, klaim bahwa fluoride “selalu aman” tidak bisa dijadikan hal mutlak. Penelitian menunjukkan bahwa pada dosis tinggi dan paparan kumulatif, fluoride berpotensi menjadi racun (termasuk neurotoksin). Dan berdampak negatif pada kesehatan, terutama otak dan sistem saraf. Jadi gunakan dengan bijak dan tetap awasi para anak-anak ya!