Site icon Ngalam Life

Tips Memulai Ngonten dan Cara Kamu Bertahan Saat Sepi Penonton

Kalau kamu semangat banget mau mulai bikin konten, tapi begitu lihat kreator lain yang videonya sudah jutaan views, langsung minder?
Wah, kalau iya, nggak kamu aja kok!
Banyak orang mengira dunia konten hanya untuk mereka yang punya kamera mahal, studio keren, atau ribuan pengikut sejak awal. Padahal kenyataannya justru berbeda. Banyak kreator besar yang sekarang terlihat sukses dulunya memulai dari kamar sempit, pencahayaan seadanya, bahkan menggunakan ponsel lama.
Yang sering membuat orang gagal bukan karena alatnya kurang bagus. Masalahnya ada pada cara berpikir saat memulai.
Kalau kamu ingin terjun ke dunia konten, ada beberapa hal yang jarang di bahas tetapi sangat menentukan perjalananmu ke depan.

Jangan Mulai dari Pertanyaan “Konten Apa yang Lagi Viral?”

Kesalahan paling umum saat memulai ngonten adalah terlalu sibuk mengejar tren.
Hari ini ikut tren masak. Besok ikut tren motivasi. Lusa tiba tiba membahas investasi. Minggu depan pindah ke review makanan.
Akibatnya, audiens bingung sebenarnya kamu ini siapa.
Coba balik pertanyaannya.
Bukan “Apa yang sedang viral?”
Melainkan “Apa yang bisa aku bahas selama satu tahun tanpa bosan?”
Pertanyaan ini jauh lebih penting.
Sebab viral itu sementara. Sedangkan konsistensi membutuhkan topik yang benar benar kamu sukai.
Kalau kamu suka memasak, ya fokus di sana. Lalu Kalau kamu suka dunia pendidikan, ya bahas itu. Kalau kamu hobi memelihara ikan hias, justru itu bisa menjadi nilai unik yang tidak di miliki banyak orang.
Percaya deh, internet sudah terlalu penuh dengan orang yang mengikuti tren. Yang di cari sekarang justru orang yang punya karakter.
Dokumentasikan, Jangan Selalu Mengajari
Ini salah satu rahasia yang banyak di pakai kreator sukses.

Saat baru mulai, jangan terlalu memaksakan diri menjadi ahli.



Banyak pemula merasa harus terlihat pintar di depan kamera. Akhirnya mereka stres karena takut salah.
Padahal audiens saat ini lebih suka melihat perjalanan nyata seseorang.
Misalnya kamu sedang belajar desain grafis.
Daripada membuat konten “Cara Menjadi Desainer Profesional”, lebih menarik jika kamu membuat konten “Hari ke- 7 Belajar Desain Grafis dan Ini Kesalahan Terbesarku.”
Terasa lebih manusiawi, kan?
Audiens senang mengikuti proses perkembangan seseorang. Mereka merasa ikut tumbuh bersama kreator tersebut.
Jadi jangan buru buru menjadi guru. Kadang menjadi teman perjalanan justru lebih di sukai.
Buat Konten yang Bisa Kamu Produksi Saat Sedang Malas
Terdengar aneh ya? Tapi ini sangat penting.
Banyak orang membuat standar terlalu tinggi di awal.
Harus pakai kamera, Harus edit tiga jam, Harus ada musik, harus ada efek.
Wah, semangat memang tinggi di minggu pertama.
Masalahnya, bagaimana saat kamu capek?
Bagaimana saat pekerjaan kantor menumpuk?
Bagaimana saat mood sedang tidak bagus?
Kalau sistem kontenmu terlalu rumit, kamu akan berhenti.
Makanya buat format yang tetap bisa di produksi saat energi sedang rendah.
Misalnya video singkat 30 detik.Atau foto dengan cerita pendek atau video berbicara langsung tanpa edit berlebihan.
Konten sederhana yang konsisten biasanya lebih kuat daripada konten mewah yang hanya muncul sebulan sekali.

Jangan Terlalu Sering Melihat Jumlah Views

Ini penyakit yang sering menyerang kreator pemula, Upload jam 10 pagi, Jam 10.05 sudah cek views, Jam 10.10 cek lagi, Jam 10.15 mulai panik Padahal algoritma bekerja dengan cara yang tidak selalu bisa di tebak.
Ada video yang langsung ramai, Ada juga video yang baru naik beberapa minggu kemudian. Kalau setiap hari fokus pada angka, kamu akan cepat lelah secara mental.
Cobalah kamu untuk mengubah target Dan Bukan mengejar satu juta views Tapi mengejar seratus konten pertama Karena seratus konten pertama adalah tempat kamu belajar menemukan gaya sendiri. Views bisa aja naik turun, Kemampuan membuat konten yang terus berkembang itulah aset sebenarnya, Berani Membiarkan Konten Terlihat Tidak Sempurna

Banyak ide bagus gagal tayang karena terlalu banyak di pikirkan.

Seperti selalu mikir Kalimatnya belum pas.Thumbnail belum sempurna, Background kurang bagus, Suara masih sedikit berisik. Akhirnya konten hanya tersimpan di galeri padahal audiens sering kali tidak mempermasalahkan hal hal kecil seperti itu.
Mereka lebih peduli apakah kontenmu bermanfaat, menghibur, atau menginspirasi.
Nah, daripada menghabiskan lima hari untuk menyempurnakan satu video, lebih baik gunakan waktu tersebut untuk membuat lima video berbeda.
Semakin sering kamu mengunggah, semakin cepat kemampuanmu berkembang.

Cari Satu Orang, Bukan Seribu Orang

Ini tips yang oke! Jadi saat membuat konten, bayangkan kamu sedang berbicara kepada satu orang tertentu Bukan kepada ribuan orang.
Misalnya teman yang sedang bingung mencari pekerjaan, Atau sahabat yang ingin belajar bisnis, Atau bahkan adik yang sedang mencari motivasi belajar.

Cara ini membuat bahasa yang kamu gunakan terasa lebih hangat dan natural.

Audiens pun akan merasa seperti di ajak ngobrol langsung, bukan sedang mendengarkan pidato.
Hubungan emosional seperti ini jauh lebih kuat di banding sekadar mengejar angka pengikut.

Jangan Takut Jika Teman Dekat Tidak Mendukung

Ini kenyataan yang cukup pahit.
Kadang orang asing justru lebih mendukung daripada lingkungan terdekat.
Ada yang menertawakan.Ada yang meremehkan.Ada yang berkata, “Ngonten memang bisa menghasilkan?”
Kalau kamu mengalami hal seperti itu, tenang saja. Hampir semua kreator pernah melewati fase yang sama. Orang biasanya baru percaya setelah melihat hasilnya. Jadi jangan jadikan komentar negatif sebagai alasan untuk berhenti dan Fokus saja pada proses dan peningkatan kualitas kontenmu.

Memulai ngonten penting banget untuk selalu mampu bertahan saat belum ada yang menonton.
Siapa yang tetap membuat konten ketika jumlah views masih sedikit, Siapa yang terus belajar meskipun hasilnya belum terlihat. So, kalau kamu sedang berada di tahap awal perjalanan sebagai kreator, jangan terlalu keras pada diri sendiri. Setiap kreator besar yang kamu lihat hari ini pernah menjadi pemula yang videonya sepi penonton.
Jadi, ambil ponselmu, rekam ide pertamamu, lalu unggah. Karena konten yang sederhana tapi di publikasikan hari ini jauh lebih berharga daripada ide sempurna yang hanya tersimpan di draft. siapa tahu justru dari langkah kecil itulah perjalanan besarmu sebagai kreator di mulai.

Exit mobile version