
Setiap kali hujan deras mereda di Malang, pemandangan yang sama berulang: laron mengerumuni lampu teras, lalu paginya lantai penuh sayap-sayap kecil yang lepas. Kebanyakan orang menganggapnya gangguan musiman biasa, disapu, selesai. Padahal kemunculan laron adalah sinyal yang jauh lebih penting daripada sekadar kotoran di lantai.
Laron adalah rayap bersayap yang keluar dari koloni untuk kawin dan membentuk koloni baru. Artinya, kalau laron muncul dalam jumlah banyak di sekitar rumah, besar kemungkinan ada koloni rayap dewasa yang sudah matang di dekat situ. Bisa di halaman, di bawah pondasi, atau bahkan di dalam struktur rumah itu sendiri.
Kenapa Malang dan sekitarnya rawan
- Kelembapan udara tinggi sepanjang tahun, terutama di kawasan Batu dan Dau
- Banyak rumah lama dengan struktur kayu pada kuda-kuda atap dan plafon
- Curah hujan tinggi membuat tanah di sekitar pondasi jarang benar-benar kering
- Taman dan pohon yang rapat ke dinding mempermudah jalur rayap naik
Pasangan laron yang berhasil mendarat dan menemukan tempat lembap akan melepas sayap, lalu mulai bertelur. Dalam beberapa tahun, koloni baru itu bisa cukup besar untuk merusak kusen, rangka plafon, dan furnitur tanpa bersuara sedikit pun.
Yang bisa dilakukan sekarang
Matikan atau redupkan lampu luar saat laron sedang musim keluar supaya mereka tidak berkumpul di sekitar rumah. Pastikan tidak ada tumpukan kayu, ranting, atau kardus lembap menempel ke dinding. Periksa kusen dan bagian bawah lemari dengan cara diketuk, lalu dengarkan apakah bunyinya kopong.
Kalau ternyata sudah ada tanda serangan, menyemprot permukaan tidak akan menyelesaikan masalah karena koloninya berada di bawah tanah. Yang dibutuhkan adalah metode injeksi untuk membentuk penghalang kimia di tanah dan titik struktur bangunan, atau pipanisasi untuk perlindungan jangka panjang.
Paling aman, panggil jasa basmi rayap untuk survei dulu. Teknisi akan memastikan apakah benar rayap, memetakan titik serangan, dan mengukur luas bangunan sebelum menentukan metode yang dipakai.
Satu catatan penting untuk pemilik rumah lama di Malang: kuda-kuda atap berbahan kayu adalah bagian yang paling sering luput diperiksa karena letaknya tersembunyi di atas plafon. Padahal di situlah kerusakan paling berbahaya terjadi. Sebelum masuk puncak musim hujan berikutnya, sempatkan membuka akses plafon dan memeriksa kondisinya, atau minta teknisi melakukannya saat survei.