Site icon Ngalam Life

Jangan Buang Sampah Dapur Cuma Cuma! Ternyata Kamu Lagi Buang Uang Diam Diam

Hayoo ngaku deh. Setelah masak, apa yang paling sering kamu lakukan? Kulit bawang masuk tong sampah. Kulit telur di buang. Ampas kopi di buang. Air cucian beras juga langsung mengalir ke selokan.
Rasanya puas ya, dapur jadi bersih.
Eh, tapi tunggu dulu. Jangan buru-buru bangga.
Bisa jadi, yang baru saja kamu buang bukan sampah, melainkan barang yang nanti malah kamu beli lagi dalam bentuk pupuk, pengharum ruangan, pembersih, sampai obat tanaman.
Lucu nggak sih?
Kamu membayar sesuatu yang sebenarnya setiap hari sudah tersedia gratis di dapur.
Nah, mulai hari ini coba lihat tong sampahmu dengan cara yang berbeda. Siapa tahu isinya bukan limbah, tapi harta karun yang selama ini kamu cuekin.

Si Miskin yang Sering Di remehkan Bernama Kulit Bawang


Kalau ada penghargaan “sampah paling tidak di hargai”, mungkin kulit bawang juaranya.
Begitu bawang dikupas, nasib kulitnya langsung tragis. Di sapu. Di buang. Selesai.
Padahal kulit bawang mengandung senyawa alami yang di sukai mikroorganisme tanah.
Caranya juga gampang banget lho. Rendam segenggam kulit bawang semalaman. Besok paginya, air rendaman itu bisa kamu pakai menyiram tanaman.
Wah, tanaman memang nggak bisa bilang terima kasih. Tapi daun yang makin hijau itu sudah jadi jawabannya.

Ampas Kopi Jangan Kasih ke Tempat Sampah, Kasih ke Semut


Pernah kesel karena semut jalan-jalan di meja dapur?
Nah, sebelum beli semprotan mahal, coba taburkan ampas kopi kering di jalur yang sering diblewati semut.
Aromanya ternyata cukup mengganggu bagi beberapa jenis serangga.
Bonusnya, dapur juga nggak bau lembap lagi.
Lho, satu bahan bisa dapat dua manfaat sekaligus.

Air Cucian Beras Itu Vitamin Gratis



Coba pikir.
Setiap minggu kamu membuang belasan liter air cucian beras.
Padahal tanaman justru senang dinberi “minuman” seperti ini.
Air cucian beras mengandung pati yang menjadi makanan bagi mikroorganisme baik di tanah.
Nah, jangan pakai air cucian pertama yang terlalu kotor ya. Gunakan cucian kedua supaya hasilnya lebih baik.
Murah?
Bahkan gratis.

Kulit Pisang Bukan Sampah, Tapi Snack Tanaman


Kalau tanamanmu bisa memilih menu makan siang, mungkin kulit pisang masuk daftar favoritnya.
Kulit pisang kaya kalium yang membantu tanaman berbunga lebih rajin.
Yang unik nih, kamu nggak harus menguburnya.
Potong kecil kecil, masukkan ke botol berisi air, diamkan dua hari. Cairannya bisa menjadi pupuk alami.
Wah, tanaman happy. Dompet juga happy.
Kulit Jeruk Itu Pewangi Rumah Kelas Premium
Kamu pernah lihat pengharum ruangan dengan aroma citrus?
Harganya lumayan, kan?
Padahal setelah makan jeruk, kamu sudah punya bahan bakunya.
Rebus kulit jeruk bersama sepotong kayu manis.
Sepuluh menit saja, aroma rumah berubah seperti habis di bersihkan.
Enaknya lagi, wanginya terasa lebih lembut dan nggak bikin pusing.

Kulit Telur Jangan Hanya Di pandang Sebelah Mata



Kalau kamu punya tanaman cabai yang buahnya gampang busuk di ujungnya, bisa jadi tanaman kekurangan kalsium.
Nah, kulit telur adalah jawabannya.
Tumbuk sampai halus seperti bubuk.
Taburkan sedikit demi sedikit di sekitar tanaman.
Pelan memang kerjanya. Tapi justru itulah keunggulan pupuk alami.
Nah, Coba Hitung Sebentar
Bayangkan dalam seminggu kamu menghasilkan lima kulit pisang, belasan kulit telur, beberapa genggam kulit bawang, dan segelas ampas kopi.
Kalikan satu bulan.
Kalikan satu tahun.
Wah… ternyata satu rumah saja sudah menghasilkan ratusan kilogram sampah organik.
Padahal sebagian besarnya masih bisa di manfaatkan.
Jadi, mulai besok sebelum kamu membuka tutup tempat sampah, coba tanya dulu pada diri sendiri.
“Ini benar-benar sampah… atau cuma barang yang aku belum tahu manfaatnya?”
Siapa sangka, perubahan besar untuk bumi bisa di mulai dari kebiasaan kecil di dapurmu sendiri. Dan yang paling menyenangkan, kamu nggak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk memulainya. Seru juga ya, ternyata jadi ramah lingkungan itu nggak selalu ribet. Kadang cukup dengan berhenti membuang sesuatu yang masih punya nilai.

Exit mobile version