Apa kamu pernah masuk ke rumah seseorang yang sebenarnya furniturnya biasa saja, tetapi entah kenapa suasananya terasa mahal? Tidak ada sofa belasan juta. Lampunya juga bukan lampu hotel. Dindingnya bahkan mungkin masih menggunakan warna yang sederhana.
Anehnya, mata seperti menemukan sesuatu yang berbeda.
Nah, sering kali kesan mahal pada sebuah rumah bukan datang dari barang yang mahal. Justru detail kecil yang terlihat sepele bisa membuat sebuah ruangan terasa jauh lebih rapi, tenang, dan berkelas.
Nah, menariknya lagi, sebagian perubahan itu tidak membutuhkan renovasi sama sekali.
Kamu tidak harus mengganti keramik, membongkar plafon, atau membeli satu set furnitur baru. Kadang rumah hanya perlu sedikit “dirapikan cara melihatnya” lho.
Rumah Terlihat Mahal Saat Barang Tidak Berebut Perhatian
Coba perhatikan satu ruangan di rumah kamu.
Apakah setiap sudut seperti ingin tampil?
Ada hiasan di meja. Ada pajangan di atas lemari. Ada foto keluarga. Ada tanaman. Ada keranjang. Ada benda kecil yang sebenarnya sudah lama tidak di gunakan tetapi masih di simpan karena sayang membuangnya.
Satu dua benda tentu tidak masalah.
Namun ketika semuanya di tampilkan bersamaan, mata menjadi bingung harus melihat yang mana.
Rumah yang terasa mahal biasanya tidak selalu memiliki lebih banyak barang. Justru ada ruang kosong yang sengaja di biarkan.
Nah, coba ambil beberapa benda dari permukaan meja atau rak. Tidak perlu di buang. Simpan dulu di tempat lain dan lihat hasilnya.
Bisa jadi ruangan langsung terasa lebih lega.
Warna yang Senada Bikin Rumah Lebih Tenang
Bukan berarti seluruh rumah harus putih atau krem.
Kamu tetap boleh suka warna hijau, biru, cokelat, terracotta, bahkan warna yang cukup berani. Yang sering membuat rumah terlihat kurang menyatu justru terlalu banyak warna yang muncul tanpa hubungan.
Misalnya sofa berwarna abu abu, bantal merah terang, karpet bermotif ramai, gorden bermotif berbeda, kemudian pajangan dengan beberapa warna mencolok.
Masing masing mungkin bagus.
Ketika digabung, ceritanya bisa berubah.
Coba tentukan dua atau tiga warna utama yang ingin terasa dominan. Warna lainnya cukup menjadi aksen kecil.
Hasilnya biasanya lebih tenang.
Wah, tanpa membeli apa pun pun suasana ruangan bisa berubah lho.
Kabel yang Berantakan Bisa Merusak Kesan Seketika
Salah satu detail yang sering tidak kita sadari yakni
Televisi sudah bagus. Raknya rapi. Meja cantik. Dekorasi sudah di pilih dengan hati hati.
Kemudian di bawah meja ada kabel charger, kabel televisi, kabel speaker, dan kabel lain yang saling menyilang.
Selesai sudah kesan rapi tadi.
Kabel memang benda kecil, tetapi bentuknya sangat mudah menarik perhatian karena garisnya tidak beraturan.
Gunakan pengikat kabel, klip kabel, atau tempat penyimpanan sederhana. Kalau memungkinkan, arahkan kabel mengikuti sisi furnitur agar tidak terlihat mencolok.
Tidak mahal.
Namun efek visualnya lumayan besar.
Jangan Abaikan Cahaya di Sudut Rumah
Lampu bukan cuma alat supaya rumah terang.
Arah dan jenis cahaya dapat mengubah cara kita melihat sebuah ruangan.
Lampu utama yang terlalu terang dari atas terkadang membuat ruangan terasa datar. Sebaliknya, satu lampu tambahan di sudut tertentu bisa membuat suasana lebih hangat.
Coba perhatikan ruang keluarga ketika sore menjelang malam.
Kalau selama ini hanya mengandalkan lampu utama, kamu bisa mencoba menambahkan lampu meja atau lampu berdiri pada area tertentu. Tidak harus mahal. Yang penting cahayanya membantu menciptakan lapisan suasana.
Nah, rumah yang terasa nyaman biasanya tidak hanya terang. Ada bagian yang lebih terang dan ada bagian yang lebih lembut.
Detail seperti ini sering membuat ruangan terasa lebih matang.
Tirai Jangan Di biarkan Terlihat “Pas Pasan”
Ukuran tirai juga bisa mengubah proporsi ruangan.
Tirai yang terlalu pendek atau terlalu sempit bisa membuat jendela terlihat kecil. Sebaliknya, tirai yang di pasang sedikit lebih tinggi dan melebar dapat membuat jendela terlihat lebih besar.
Tidak perlu mengganti seluruh jendela.
Kalau tirai masih bagus, perhatikan saja cara memasangnya. Batang tirai bisa ditempatkan lebih tinggi dari bingkai jendela, sementara kainnya dibuat jatuh dengan rapi.
So, efeknya kadang lebih terasa daripada membeli dekorasi baru.
Satu Benda Besar Kadang Lebih Elegan daripada Banyak Benda Kecil
Kebiasaan mengisi rumah dengan pajangan kecil sebenarnya cukup umum.
Ada vas kecil, bingkai kecil, patung kecil, lilin kecil, lalu benda kecil lainnya.
Masalahnya, terlalu banyak benda berukuran kecil bisa membuat permukaan terlihat penuh.
Coba kamu ganti beberapa benda kecil dengan satu benda yang ukurannya lebih besar.
Satu vas dengan bentuk menarik, satu karya seni, satu cermin, atau satu tanaman yang cukup besar bisa menjadi titik perhatian ruangan.
Bukan soal mahal atau murah.
Proporsi punya pengaruh besar terhadap kesan sebuah ruang, lho.
Handuk, Keset, dan Sprei Ternyata berpengaruh Lo!
Pada bagian ini sering di lewatkan karena di anggap bukan dekorasi.
Padahal benda yang dipakai setiap hari justru sering terlihat paling lama.
Handuk yang warnanya sudah tidak seragam, keset yang mulai kusam, atau sprei dengan terlalu banyak motif dapat membuat kamar dan kamar mandi terasa kurang tertata.
Tidak harus membeli semuanya sekaligus.
Pilih warna yang senada dan ganti satu per satu ketika memang sudah waktunya.
Kamar mandi sederhana dengan handuk yang rapi dan warna yang konsisten bisa terasa jauh lebih nyaman daripada kamar mandi mahal yang barangnya tidak terkoordinasi.
Rumah Bersih Itu Berbeda dengan Rumah Terlihat Rapi
Sebenarnya Ini agak mengejutkan karena Rumah bisa saja bersih, tetapi tetap terlihat berantakan.
Lantainya sudah di pel. Debu tidak ada. Kamar mandi bersih. Namun barang sehari hari masih berserakan di permukaan meja, sofa penuh benda, dan kursi menjadi tempat menumpuk pakaian.
Kebersihan dan kerapian memang berhubungan, tetapi keduanya bukan hal yang sama.
Kalau ingin rumah terasa lebih berkelas, jangan hanya fokus menghilangkan debu. Perhatikan juga apa yang terlihat oleh mata ketika seseorang pertama kali masuk.
Permukaan yang lebih kosong, barang yang dikelompokkan, dan benda sehari hari yang memiliki tempat akan membuat rumah terasa lebih tertata.
Jangan Takut dengan Ruang Kosong
Ada kecenderungan ketika rumah mulai terlihat kosong, kita buru buru ingin mengisinya.
Padahal ruang kosong bukan berarti rumah belum selesai.
Justru ruang kosong memberikan kesempatan bagi furnitur dan dekorasi yang sudah ada untuk terlihat lebih jelas.
Bayangkan sebuah meja dengan lima pajangan.
Kemudian bayangkan meja yang sama hanya memiliki satu vas dan sebuah buku.
Mana yang terasa lebih tenang?
Belum tentu yang kedua lebih mahal. Namun mata punya ruang untuk menikmati benda yang ada.
Ini sih salah satu rahasia kecil yang sering tidak disadari.
Kesan Mahal Sering Berasal dari Hal yang Tidak Di beli
Pada akhirnya, membuat rumah terasa lebih mahal tidak selalu berarti mengeluarkan uang lebih banyak.
Kadang yang di butuhkan justru mengurangi.
Kurangi barang yang tidak perlu. Kurangi warna yang saling bertabrakan. Kurangi kabel yang terlihat. Kurangi pajangan yang memenuhi permukaan. Kemudian rapikan benda yang memang ingin dipertahankan.
Setelah itu, tambahkan sedikit cahaya yang tepat, tekstur yang nyaman, dan warna yang saling mendukung.
Wah, rumah bisa terasa berbeda tanpa satu pun dinding dibongkar.
Jadi, sebelum berpikir untuk renovasi besar besaran, coba keliling rumah kamu pelan pelan.
Lihat meja. Lihat jendela. Perhatikan kabel. Cek pencahayaan. Buka lemari. Amati benda benda kecil yang selama ini sudah terlalu lama berada di tempat yang sama.
Mungkin rumah kamu sebenarnya tidak membutuhkan renovasi.
Ia hanya sedang membutuhkan sedikit perhatian.
Dan terkadang, hal kecil yang membuat rumah terasa mahal bukanlah sesuatu yang baru kamu beli, tetapi sesuatu yang akhirnya kamu rapikan dengan lebih sadar, lho.