Site icon Ngalam Life

Benarkah Minyak Goreng Tidak Boleh Dipakai Ulang? Ini Bahaya dan Faktanya!

Menggoreng adalah kegiatan umum dalam masak memasak. Kebanyakan orang suka sekali olahan gorengan dan butuh banyak minyak agar hasilnya merata. Lantas, apakah sisa minyak hasil dari gorengan harus langsung kita buang? Sebab ada larangan terkait minyak goreng tidak boleh dipakai ulang berkali-kali. Berbahayakah?

Benarkah Minyak Goreng Tidak Boleh Dipakai Ulang Lagi?

Penggunaan minyak goreng adalah hal umum di dapur rumah tangga maupun usaha kuliner. Namun, kebiasaan menggunakan minyak goreng berulang kali, entah untuk menghemat biaya atau karena stok terbatas, menimbulkan kekhawatiran terkait kesehatan. Banyak yang pernah mendengar bahwa minyak goreng tidak boleh lagi anda pakai ulang karena berbahaya. Tapi seberapa besar bahayanya?

1. Perubahan Kimiawi Minyak Saat Kita Gunakan Secara Berulang

Minyak goreng pada dasarnya adalah lemak yang mengalami reaksi kimia saat kita panaskan untuk menggoreng makanan. Semakin sering minyak kita panaskan pada suhu tinggi (sekitar 170–230°C). Maka struktur kimianya akan berubah melalui reaksi seperti oksidasi, hidrolisis, dan polimerisasi, menghasilkan berbagai senyawa baru.

Perubahan-perubahan ini menyebabkan:

2. Bukti Ilmiah Dampak Kesehatan Minyak Goreng Bekas

Banyak studi telah mengevaluasi efek konsumsi minyak goreng yang dipanaskan berulang kali:

Jadi Masih Bolehkah Minyak Dipakai Ulang?

Secara ilmiah, tidak semua penggunaan ulang minyak sama buruknya, tetapi ada beberapa hal yang penting anda perhatikan:

Secara ilmiah minyak goreng yang dipakai secara berulang memang berpotensi menimbulkan senyawa berbahaya akibat perubahan kimiawi dari pemanasan tinggi berulang. Senyawa ini terkait dengan stres oksidatif, peradangan, kanker, hingga gangguan kardiovaskular jika dikonsumsi secara konsisten dalam jangka panjang. Namun, penggunaan minyak ulang secara terbatas dan terkontrol dengan penyaringan dan pengamatan kualitas minyak tidak otomatis sangat berbahaya. Jadi, gunakan minyak jelantah secara bijak, ya!

Exit mobile version