Site icon Ngalam Life

Bagaimana Mengatasi Rasa Minder Kamu? Jangan Kalah oleh Versi Khayalan Orang Lain

Pagi ini kamu membuka media sosial. Lima menit kemudian, tiba tiba hidupmu terasa kurang menarik.
Temanmu baru membeli mobil. Ada yang di terima kerja di perusahaan impian.
Atau Ada yang liburan ke luar negeri.
Ada yang menikah.
Bahkan Ada yang membuka bisnis.
Dan entah kenapa, tanpa ada yang menyuruh, kamu mulai mengadakan rapat darurat di dalam kepala sendiri.
“Hidupku kok begini begini saja ya?”

Menariknya, rasa minder sering lahir bukan saat kita gagal. Justru sering muncul saat kita melihat orang lain terlihat berhasil.
Wah, terdengar aneh ya?
Padahal kalau di pikir pikir, rasa minder itu sebenarnya bukan masalah kemampuan. Banyak orang hebat yang minder. Banyak orang berbakat yang minder. Bahkan ada orang yang dipuji banyak orang tetapi diam diam masih merasa dirinya kurang.
Jadi kalau kamu sedang mencari cara mengatasi rasa minder, mungkin kita perlu membahas sumber masalah yang lebih dalam. Bukan sekadar soal percaya diri.

Rasa Minder Sering Berasal dari Hutang Pengakuan

Coba perhatikan baik baik.
Ada orang yang tidak terlalu kaya tetapi hidupnya santai. Lalu Ada orang yang prestasinya biasa saja tetapi tetap percaya diri.
Di sisi lain, ada orang yang sudah sukses namun masih merasa kurang.
Kenapa bisa begitu?
Karena sebagian orang hidup dengan sesuatu yang bisa disebut sebagai “hutang pengakuan”.
Mereka terus mengejar validasi dari luar.
Saat di puji, mereka senang. Dan Saat tidak di puji, mereka gelisah.
Saat diapresiasi, mereka percaya diri.
Saat di abaikan, mereka langsung meragukan dirinya sendiri.
Nah sahabat, kalau harga dirimu selalu bergantung pada tepuk tangan orang lain, hidupmu akan sangat melelahkan. Sebab manusia adalah penonton yang tidak pernah benar benar puas.
Hari ini mereka memuji. Lalu besok mereka lupa.
Lusa mereka memuji orang lain.

Kamu Terlalu Sibuk Menjadi Produk, Bukan Manusia

Wah, ini jarang di bahas lho.
Sekarang banyak orang tanpa sadar memperlakukan dirinya seperti produk.
Harus menarik atau Harus sempurna.
Juga Harus di sukai semua orang.
Harus terlihat sukses.
Dan Harus selalu bahagia.
Padahal kamu manusia.
Manusia boleh gagal.
Manusia boleh bingung.
Dan Manusia boleh belajar.
Serta Manusia boleh bertumbuh.
Masalahnya, ketika kamu menuntut diri untuk selalu tampil sempurna, rasa minder akan terus muncul setiap kali menemukan kekurangan.
Karena tidak ada produk yang sempurna.
Apalagi manusia.

Penyakit Membandingkan yang Diam-Diam Menggerogoti



Nah, mari bicara jujur.
Kadang yang membuat kita minder bukan karena hidup kita buruk.
Tetapi karena kita terlalu sering melihat kehidupan orang lain.
Bayangkan ada dua orang.
Orang pertama hidup sederhana tetapi fokus pada hidupnya sendiri.
Orang kedua hidupnya sebenarnya cukup baik, tetapi setiap hari sibuk membandingkan dirinya dengan puluhan orang lain.
Menurutmu siapa yang lebih sering minder?
Biasanya orang kedua.
Karena semakin banyak perbandingan, semakin banyak alasan untuk merasa kurang.
Lucunya lagi, target perbandingan selalu bergerak.
Saat penghasilanmu naik, kamu menemukan orang yang lebih kaya.
Juga Saat kariermu berkembang, kamu menemukan orang yang lebih sukses.
Saat rumahmu lebih bagus, muncul rumah yang lebih mewah.
Lho, kalau seperti itu kapan puasnya?

Jangan Percaya Semua Isi Kepalamu



Hei kamu.
Ada satu fakta menarik tentang otak manusia.
Otak sering berbohong.
Serius.
Ketika minder datang, otak bisa berkata:
“Kamu tidak cukup pintar.”
“Kamu pasti gagal.”
“Kamu tidak sehebat mereka.”
Padahal belum tentu benar.
Masalahnya, kita sering memperlakukan pikiran negatif seperti berita resmi yang harus di percaya.
Padahal pikiran hanyalah pikiran.
Belum tentu fakta.
Nah, mulai sekarang ketika pikiran negatif muncul, jangan langsung percaya.
Periksa dulu.
Cari buktinya.
Tantang argumennya.
Karena tidak semua yang muncul di kepalamu layak di jadikan kenyataan.

Coba Lihat Hidupmu dari Kacamata Orang Lain

Coba Lihat Hidupmu dari Kacamata Orang Lain

Bayangkan aja ada seseorang yang memiliki hidup persis seperti hidupmu saat ini.
Pekerjaan yang sama.
Keluarga yang sama.
Pengalaman yang sama.
Kemampuan yang sama.
Menurutmu, apakah orang itu benar-benar seburuk yang selama ini kamu pikirkan?
Belum tentu kan?
Sering kali kita terlalu dekat dengan diri sendiri sehingga hanya melihat kekurangan.
Padahal kalau hidupmu di miliki orang lain, mungkin justru banyak hal yang akan mereka syukuri.
Rumah yang kamu anggap biasa.
Pekerjaan yang kamu keluhkan.
Kemampuan yang kamu anggap sepele.
Bisa jadi itu adalah impian bagi orang lain.

Minder Kadang Tanda Kamu Sedang Tumbuh



Nah, ini sudut pandang yang berbeda.
Bagaimana kalau rasa minder bukan musuh?
Bagaimana kalau rasa minder adalah tanda bahwa kamu sedang memasuki wilayah baru?
Saat pertama kali berbicara di depan umum, kamu minder.
Dan Saat pertama kali membangun bisnis, kamu minder.
Saat pertama kali masuk lingkungan baru, kamu minder.
Kenapa?
Karena otakmu sedang menghadapi sesuatu yang belum familiar.


Artinya, kamu sedang berkembang.
Lho, jadi minder tidak selalu buruk?
Tentu tidak.
Yang berbahaya bukan rasa mindernya.
Yang berbahaya adalah ketika rasa minder membuatmu berhenti bergerak.
Berhenti Menunggu Menjadi Hebat
Banyak orang berkata:
“Nanti kalau aku lebih pintar, aku akan mulai.”
“Nanti kalau aku lebih percaya diri, aku akan mencoba.”
“Nanti kalau aku lebih siap, aku akan melangkah.”
Wah, kalau menunggu terus, bisa-bisa hidup habis untuk persiapan.
Orang yang terlihat percaya diri hari ini bukan karena mereka tidak pernah minder.
Mereka hanya memutuskan bergerak meskipun minder.
Dan lucunya, keberanian selalu tumbuh setelah tindakan di lakukan.
Bukan sebelumnya.

Cara mengatasi rasa minder bukan dengan mengubah dirimu menjadi orang lain. Bukan dengan mengejar kesempurnaan. Dan bukan dengan memenangkan perlombaan melawan semua orang.
Nah sahabat, yang perlu kamu lakukan adalah berhenti mengukur nilai dirimu dari tepuk tangan orang lain. Berhenti membandingkan kehidupan asli milikmu dengan etalase kehidupan orang lain. Dan berhenti mempercayai semua pikiran negatif yang muncul di kepala.
Karena sesungguhnya, rasa minder sering muncul bukan karena kamu kurang berharga.
Melainkan karena kamu terlalu lama melihat dirimu dari mata orang lain.
Padahal kalau di lihat dengan lebih jujur, bisa jadi selama ini kamu jauh lebih kuat, lebih berani, dan lebih luar biasa daripada yang kamu sadari.

Exit mobile version